Be A Zero-Minded Person

Fun Praying

May 17th, 2009 · 2 Comments

Semua hal jika dilakukan dengan senang hati, hasilnya akan lebih baik. Bekerja, belajar, menyanyi, menulis, dan tentu saja berdoa.

-*-*-*-
Setiap orang selalu hidup dengan harapan, keinginan, dan cita-cita. Menjadi sehat, menjadi sukses, memiliki anak-anak yang cerdas, membina rumah tangga yang harmonis. Masih kurang? Coba dengan ini: pulang dengan lancar, ga kena macet… Sampai di rumah bertemu dengan orang-orang yang disayangi, semua dalam keadaan baik… Atau mungkin, kelar project akhir bulan ini, bisa memenuhi janji target bahkan lebih cepat… Atau juga, bisa naik haji dalam keadaan muda dan sehat, bisa nyetir mobil, bisa menularkan ilmu yang dimiliki, bisa memasak nasi goreng yang paling wuenak sedunia… Hahaha… kayanya itu keinginan-keinginan terpendamku semua deh…

Semua orang bebas berkeinginan kan? Seringkali keinginan itu bisa segera terwujud. Ada kalanya juga keinginan-keinginan itu hanya sebatas impian saja, seolah gak ketebak kapan jadi kenyataannya. Apakah ada yang salah ya?

Manusia seperti kita yang serba terbatas ini dengan segala keinginan yang semakin hari semakin banyak saja… Kebutuhan-kebutuhan yang bermunculan silih berganti… Dulu… aku pengeeennn banget bisa lulus kuliah cepet… Akhirnya ketika beban mata kuliah habis, bingung ke sana-kemari mengejar topik tugas akhir. Dan berbagai judul datang dan pergi, mentok sana-mentok sini… Sampai akhirnya malah diterima kerja coop selama satu semester… dan akhirnya kelar juga kuliahku… selama…. LIMA TAHUN saudara… Menyesal? Sedih? Rasanya tidak perlu… karena selama itu pula aku memperoleh banyak sekali ilmu (terutama ilmu sabar :P).

Keinginan dan cita-cita kita, apapun itu semua adalah mungkin terwujud. Asalkan kita tahu bagaimana mewujudkannya dalam doa kita. Siapa sih yang ga pernah berdoa? Bukankah setiap sujud terakhir kita seringkali lebih lama dari sujud yang lain? Bukankah sebelum kita menutup mata setiap malam kita juga mengawali dengan doa? Setiap mau makan, setiap mau belajar, bahkan setiap mau pipis semua ada doanya kan? Tapi satu yang mungkin perlu dibahas lebih dalam, bagaimana kita berdoa? Apakah setiap kata yang kita gulirkan kita maknai? Apakah kita berdoa dengan hati yang senang dan muka berseri? Ataukah hanya keterburuan dan menggugurkan kewajiban saja?

Kembali ke kalimat pembuka, bahwa apapun jika dilakukan dengan senang dan nyaman, hasilnya akan lebih baik. Jauh lebih baik. Jika sepakat dengan ini, mari kita terapkan dalam doa kita. Berdoa dengan hati yang senang!!! Maka berdoalah dengan cara yang menyenangkan… Rangkailah kata-kata yang indah dan kita pahami sehingga kita berdoa seolah berkirim surat cinta pada kekasih hati, kepada yang paling kita sayangi, kepada yang paling dekat, dan paling kita percayai…

“Ya Allah…. Engkau yang Maha Lembut…. Engkau Yang begitu Pengasih dan Penyayang…

Jadikan siapapun yang berada di dekat hamba… senantiasa berlaku lemah lembut dan penuh kasih sayang…”

Lakukan dengan nyaman… Senyaman relaksasi pada akhir senam pagi… Tidak dengan terburu bagai mengejar bis yang nyaris berlalu…

Apapun doa kita… lantunkan dengan nyaman, untaikan dengan kata-kata indah, rangkai dengan nama-namaNya yang Agung… Dan percayakan waktu realisasinya hanya kepada Allah, yang Maha Pandai membuat rencana.

Seperti yang kubaca di buku Zona Ikhlas, doa yang kita panjatkan akan terwujud. Kapan? Hanya Allah yang tahu. Sama halnya kita memesan makanan di rumah makan yang sangat ramai, kita tinggal menunggu sampai makanan kita siap disajikan. Kita percaya bahwa makanan kita cepat atau lambat akan datang. Begitulah berdoa. Harus percaya. Harus Ikhlas.

Hah??? Ikhlas?? Mengikhlaskan doa kita? Berdoa dan berkeinginan tapi harus ikhlas? Yup!!! Karena semakin kita ngotot, semakin kita napsu, biasanya justru semakin jauh mimpi terwujud… Pernah gak ngalamin? Ketika kita sudah mulai lupa dengan doa kita, tahu-tahu aja keinginan yang dulu pernah kita doakan terwujud begitu saja. Itu dia kuncinya… ikhlas… pasrah… Zero… Semakin ikhlas, semakin bersih hati, semakin dekat mimpi menjadi kenyataan.

Jadi teman-teman, mari berdoa dengan nyaman.. Mari berdoa dengan yakin.. dan mari ikhlaskan setiap doa yang kita panjatkan, kepada Allah yang tentu saja paling indah rencananya. :)
Selamat mencoba :)
————————————————————

Jeng tyas, sekalian mengingatkan diri sendiri.
Ba’da magrib, 16 Mei 2009

Tags: suara hati