Be A Zero-Minded Person

Pelangi di kantorku…

March 6th, 2009 · No Comments

Hidup ini memang berwarna-warni. Seperti pelangi, ada biru merah kuning hijau biru… eh kok birunya dua kali…

Sedikit bercerita… Di kantorku lagi heboh dengan penghapusan bis jemputan. Nyambung ga yaaa dengan pelangi… hihihi… Kami sebagai teknisi yang bekerja shift dan harus tepat waktu setiap hari. Pekerjaan yang kurang lebih memantau operasional bandara, dari hulu sampai hilir. Dari yang di darat sampe yang di langit. Dari pesawat take-off sampai landing. Dari ngurus parking stand sampai kamera bandara. Dari ngurus AC yang mati sampai supply listrik. Dari ini sampai itu. Dari itu sampai ini. Buanyak yaaaaaa….

Nah… kami sebagai karyawan BUMN pengelola bandara ini, dengan hati yang harus ikhlas… (iya harus ikhlas… kan habis baca Quantum Ikhlas bow… :D) menerima kenyataan bahwa bis jemputan operasional di-delete, di-cut, dan di-erase. Hiks… tapi mboten pareng bersedih… Meskipun sedikit nyesek… (ingat tyas… ikhlas ikhlas… Gusti Allah mengizinkan semua ini…). 

Memikirkan side, front, dan back effect dari penghapusan jemputan operasional kami. So pasti ada yang seneng, ada yang kurang seneng… Karena yang pasti uang transport kami akan dibagikan penuh, tanpa potongan untuk patungan bayar big bird. Wah… bisa nyicil motor nih… begitu kata temenku yg rumahnya deket. Wah.. bisa nyicil mobil nih… gitu juga komentar temen yg lain… Bahkan ” Wah… bisa nyicil rumah nih…”. Asyik banget yaa. Alhamdulillah…. banyak yang bertambah makmur… bertambah subur… seperti suburnya bumi Indonesia ini.

Dan kami yang jarak tempuh kategori jauh. Berlapang dada dengan mencari alternatif jemputan swadaya… Berbagai nama provider armada pun dilontarkan, big bird, xtrans, sampai patungan rame-rame beli mobil… Hehehe.. seru abisss… Dan patungan yang harus dikeluarkan otomatis bertambah dari potongan uang transport. Ga ada subsidi gitu loh…. Dan bernafas lega karena masih bisa ikutan jemputan swadaya… Thanks to Pak Ngkos yang ngurusin cari-cari armada, yang rajin ikut rapat dengan serikat pekerja, yang rela meluangkan waktunya demi lobi-lobi ke manajemen. Dan sekarang waktunya bertawakal teman-teman semua… No jemputan, but still working on time. Bisakah kita?

Terlepas dari adil atau tidaknya perusahaan (namanya juga perusahaan… mana ada yang sempurna..).  Jadi nambah lagi pelajaran, ga boleh berharap sama manusia, apalagi perusahaan. They are not so perfect.. Berharap hanya sama Gusti Allah saja, dan kita tak akan pernah kecewa. Ga ada bis jemputan nih ya Allah… Hanya atas izinMu saja, maka bantu kami melalui ini semua… Mungkin begitu singkatnya. Dan mak nyessss… jadi reda segala kekhawatiran ini…

Warna apa ya jadinya yang mewarnai pelangi romansa kerja (haduh… rada dangdut ya kata2nya) ? Merah kuning biru dan kelabunya… Semua akan memperkaya dan memperindah pelangi itu sendiri. Semoga :) 

Jeng Tyas, Sabtu di tower.

Tags: suara hati