Be A Zero-Minded Person

Ramp jati bening

December 9, 2008 · No Comments

Desember ini disambut dengan semilir angin dan hujan rintik-rintik.. Hmmmm very very romantic!!! Pagi-pagi sampai di ramp pondok gede timur, yang biasa kulakukan adalah berdiri sambil mendengarkan sony audio playerku… Menunggu jemputan operasional kantor datang. Asmaul Husna Hadad Alwi membuat semakin romantis perjalanan pagiku. Sembari memperhatikan lalu lalang para pencari berkah, pelaku sai, selain diriku. Dan kali ini ditemani angin dingin… Jilbab ini sepoi-sepoi tertiup angin… Brrrr…. Setengah enam pagi, dan matahari masih malu-malu menampilkan diri.

Kalau disuruh mengabsen, selama kurang lebih seperempat jam berdiri di sini setiap dinas pagi boleh dibilang aku lumayan inget…. Saking rutinnya yaa… Jam segini nih ibu-ibu berambut keriting karyawan RS PGI Cikini dan beberapa rekan sejawatnya pasti datang. Mereka biasanya berkerumun, dan kelihatan asyik bercerita. Mungkin tentang kejadian seru di kantor, mungkin juga tentang acara TV yang ditonton semalam. Cuma menebak, maklum ga denger apa-apa hihihi… Tak berapa lama, masih ibu-ibu juga, sepertinya bekerja di markas TNI AD yang akan muncul berdiri di sampingku. Bajunya rapi jali, rambut juga rapi jali, tinggi semampai di samping kiriku membuatku menjadi semakin kelihatan kecil… Eh bukan kecil ding, imut kata mas Wisnu, atau mini lebih tepatnya… halah… Disusul mbak penjual nasi uduk-yang jilbabnya juga berkibar-kibar tertiup angin akan menawarkan jajanan paginya kepadaku. Pemandangan yang sama, tapi tak pernah membosankan bagiku. Melihat banyak orang yang dengan caranya sendiri-sendiri berjuang meninggalkan rumah demi sesuap nasi.

Di mulut ramp, orang-orang berjejalan menunggu bis. Saling berebut masuk pintu, dan suasana menjadi benar-benar semrawut. Tiba-tiba… “Mayasari bhakti masuk ke dalam… Mayasari ke dalam… Jangan berhenti di situ!!! Jangan ambil penumpang di situ!!! Suara kenceng dari toa yang nongkrong dengan sombong di tangga kurus setinggi menara di bibir pintu ramp. “Ayo mayasari masuk!!!! Awas kamu kalo buka pintu!!! Masuk sana!!! Masuk!!!!” Suara komandan toa semakin tidak masuk akal terdengar. Kaya nggusah pitik (jawa->ngusir ayam) aja sih… Hush hush…. “Awas kamu yaa!!! Kalo berani buka pintu awas kamu!!! Net not net…net not net…. mobil polisi menyeruak di kerumunan… Orang-orang yang disiplinnya di bawah angka tiga lari tunggang langgang… Mayasari bhakti juga ikut kegiring masuk ampun-ampunan.

Hmm…
Jadi begini rupanya cara mengalahkan ketidakdisiplinan orang-orang itu. Aku nyaris tersedak, terkekeh-kekeh dengan pemandangan lucu itu… Kok lucu? iyalah… orang-orang tua ga beda sama anak-anak, bahkan sama ayam yang ga bisa baca. Musti digusah (disuruh pergi) pake kemoceng kalo perlu, biar nurut sama komandan toa. Wah wah… ini namanya uncivilized behaviour (sok inggris dikit). Dan bubarlah kerumunan itu… Mulai rapi lagi… Memang rapi itu indah yaa. Dan kerapian ini disusul bis biru yang selalu kutunggu, jemputan operasional tempat melabuhkan mimpiku. Biasanya begitu masuk, doanya dirapel: doa naik kendaraan disusul doa tidur hihihi…. Saving energy maksudnya. Pagi ini setelah long weekend memang lebih seru. Bismillah… bis jemputan melaju… dan mataku semakin redup… redup… dan redup…..
9 Des 2008

→ No CommentsCategories: experiences

All in pink

November 11, 2008 · 3 Comments

Bunda… jeruknya yang pink aja…. (????—> jeruk pink?) Iya… yang pink aja, ga papa…. Begitu kata Lintang permataku yang lucu kriting dan gokil sambil njegeges penuh kegokilan… Setiap pengen sesuatu maunya yang pink.. Baju pink, mangkok pink, kaos kaki pink, sepatu pink, malahan kemaren pas kita mau beli raket nyamuk dia bersikeukeuh untuk beli raket nyamuk yang PINK!!! Hiihhi… sampe yang jual, cikcik di toko listrik langganan gemes pengen cubit Lintang. Mana ada sayang…

Ini De Langit pake yang pink aja ya bunda….. Begitu Nona Kecil idola remajaku tergopoh-gopoh memakaikan tadah iler adenya… Langit jadi terlihat cute, padahal cowok kok pake pink. Itu juga tadah iler lungsuran Lintang dulu. Lintang… Lintang…. Aku cuma bisa terkikik geli. Sampe-sampe mau beli sayur depan rumah, ga kalah juga bundanya disuruh pake jilbab yang so pasti warnanya pink… Alhamdulillah mukaku yang oriental, cute, dan manis ini (narsis bow… –> itu kata bojoku lho yaaa… ) cukup pantas dengan jilbab warna pink, satu-satunya yg kupunya.

Padahal pengennya beli apa-apa yg warna netral gender biar bisa dilungsur adenya ntar… Tapi ya kalo sudah maunya begitu, tar mubazir juga kan kalo bocahnya ga mau pake… Yang pink bunda…. pink aja ya…. gitu jawabnya Lintang. Untung ayahnya ga disuruh pake sepatu pink ke kantor… hiihi…

Ini Lintang… Susunya yang pink dihabisin yaaaa… Muah muah muah…. sun sayang dari Bunda, sampe pipi Lintang menjadi pink merona.

Nov, 11 abis dinas malem

→ 3 CommentsCategories: my beloved family

Lagi-lagi Keluarga Berencana

September 20, 2008 · No Comments

Assalamualaikum semua… melengkapi posting yang kemaren… Secara diri sendiri juga sedang bingung mencari KB apa yang aman dan halal supaya keluarga tetap dalam berkahNya. Ini nemu di era muslim, semoga bermanfaat… (buat yang sudah pernah baca, gapapa yaaa, buat yang belum baca semoga bermanfaat… buat yang tidak setuju, no offense yaaa… niatnya sih menyampaikan barang seayat… hehehe… :)

Secara umum pencegahan kehamilan itu hukum dibolehkan, asal memenuhi dua persyaratan utama, yaitu masalah motivasi dan tekniknya.

1. Halal Kalau Motivasinya Benar

Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidak mendapat rezeki. Karena bila motivasinya seperti ini, berarti kita telah kufur kepada salah satu sifat Allah, yaitu Ar-Razzaq. Sifat Allah SWT yang satu ini harus kita imani dalam bentuk kita yakin sepenuhnya bahwa tidak ada satu pun bayi lahir kecuali Allah telah menjamin rezeki untuknya.

Karena itu membunuh bayi karena takut kelaparan dianggap sebagai dosa besar di dalam Al-Quran.

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al-An’am: 151)

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra’: 31)

Motivasi Yang Dibenarkan

Yang dibenarkan adalah mencegah sementara kehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri.

Atau karena alasan medis berdasarkan penelitian para ahli berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harus mengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorang wanita bila hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anak yang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harus ditolak.

2. Halal Kalau Metodenya Dibenarkan Syariah

Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakan haruslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yang secara langsung pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkan kepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma dan etika serta prinsip umum ketentuan Islam.

Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW adalah ‘azl.

Dari Jabir berkata:` Kami melakukan `azl di masa Nabi saw sedang Al-Qur`an turun (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Jabir berkata: `Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya` (HR muslim).

Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukan kebolehan atau keharamannya.

Alat-alat Kontrasepsi dan Hukumnya
Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode dari alat kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulit bagi kami untuk membahas semuanya satu persatu. Di sini hanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapi dengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam.

1. Pantang Berkala

Metode ini menggunakan masa tidak subur isteri. Sering juga disebut dengan sistem kalender.

Para dokter sering bilang bahwa ovulasi terjadi 14+2 hari sesudah haidh atau 14-2 hari sebelum haid yang akan datang. Maka bila pandai menghitungnya, metode lumayan efektif dan murah serta halal 100%.

Namun perlu juga diingat bahwa ternyata -masih kata dokter- sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi. Demikian juga sel telur (ovum), diadapat hidup 24 jam setelah ovulasi.

Jadi jika kehamilan ingin dicegah, hubungan suami isteri tidak dilakukan sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.

Tetapi kelemahan konsep ini adalah dalam implementasinya. Dalam praktek, sukar untuk menetukan saat ovulasi dengan tepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haidh teratur, lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih sesudah persalinan, dan pada tahun-tahun menjelang menopause.

Dari sisi psikologis, metode ini dalam beberapa kasus oleh sementara kalangan dianggap memiliki efek psikologis. Bahwa pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustasi. Selain itu kegagalan metode ini sangat besar kemungkinannya karena sulit untuk menerapkan disiplin kalender ini. Selain juga tidak semua pasangan suami isteri mengetahui dengan pasti cara menghitungnya.

Metode ini jelas dibolehkan dalam Islam asal niatnya benar. Misalnya untuk mengatur jarak kelahiran dan menjaga kondisi ibu.

2. Metode Spermatisid
Menurut pak dokter, preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen yaitu bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi polietanol), dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atau agar. Tablet busa atau jelly diletakkan dalam vagina, dekat serviks. Gerakan-gerakan senggama akan menyebarkan busa meliputi serviks, sehingga secara mekanis akan menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke dalam kanalis servikalis.

Bila ditilik dari segi proses pencegahannya, salah satu metodenya adalah dengan mematikan sperma selain mencegah masuknya. Ketika metode yang digunakan sekedar mencegah masuknya sperma agar tidak bertemu dengan ovum, para ulama masih membolehkan.

Namun ketika pil tersebut berfungsi juga untuk mematikan atau membunuh sperma, maka banyak para ulama tidak membolehkannya.

Mengapa?

Karena menurut sebagian dari para ulama itu, meski masih dalam bentuk sperma, namun tetap saja harus dihormati dan tidak boleh dimatikan. Meski sebagian ulama lainnya mengatakan bila sprema telah membuahi ovum dan menjadi janin, barulah diharamkan untuk membunuhnya.

Jadi metode ini diharamkan oleh sebagian ulama dan dihalalkan oleh yang lainnya.

3. Metode Menggunakan Kondom
Kata dokter, metode ini punya prinsip menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina sejak dipancarkan. Pada dasarnya ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebih elastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai.

Secara pandangan syariah, kondom tidak termasuk membunuh sperma tetapi sekedar menghalangi agar tidak masuk dan bertemu dengan ovum sehingga tidak terjadi pembuahan. Jadi pemakaian ini asal benar motiasinya, tidak ada larangannya.

4. Metode IUD/ Spiral
Alat ini istilahnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan sering juga disebut IUD, singkatan dari Intra Uterine Device. AKDR biasa dianggap tubuh sebagai benda asing menimbulkan reaksi radang setempat.

AKDR yang dililiti kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada IUD biasa, juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali.

IUD yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasase sperma.

Secara teknik Insersi, IUD hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis karena harus dipasang di bagian dalam kemaluan wanita.

Dari segi pemasangan, IUD harus melibatkan orang yang pada dasarnya tidak boleh melihat kemaluan wanita meskipun dokternya wanita. Karena satu-satunya orang yang berhak untuk melihatnya adalah suaminya dalam keadaan normal. Sedangkan pemasangan IUD sebenarnya bukanlah hal darurat yang membolehkan orang lain melihat kemaluan wanita meski sesama wanita.

Selain itu salah satu fungsi IUD adalah membunuh sprema yang masuh selain berfungsi menghalagi masuknya sprema itu ke dalam rahim.

Beberapa produk IUD saat ini terbuat dari bahan yang tidak kondusif bagi zygote sehingga bisa membunuhnya dan proses kehamilan tidak terjadi. Dengan demikian, maka sebagian metode IUD itu telah menyalahi ajaran syariah Islam karena melakukan pembunuhan atas zygote yang terbentuk dengan menciptakan ruang yang tidak kondusif kepadanya.

5. Metode Tubektomi/Vasektomi
Tubektomi pada wanita atau vasektomi pada pria ialah setiap tindakan (pengikatan atau pemotongan) pada kedua saluran telur (tuba fallopi) wanita atau saluran vas deferens pria yang mengakibatkan pasangan bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.

Kontrasepsi itu hanya dipakai untuk jangka panjang, walaupun kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali (reversibel).

Para ulama sepakat mengharamkan metode ini, karena pada hakikatnya yang terjadi adalah pemandulan, meski ada keterangan medis bahwa penggunanya masih bisa dipulihkan. Namun kenyataan lapangan menunjukkan bahwa para penggunanya memang tidak bisa lagi memiliki keturunan selamanya. Pada titik inilah para ulama mengahramkannya.

6. Metode Morning-After Pill
Morning-after pill atau kontrasepsi darurat adalah alat kontrasepsi pil yang mengandung levonogestrel dosis tinggi, digunakan maksimal 72 jam setelah senggama. Keamanan pil ini sebenarnya belum pernah diuji pada wanita, namun FDA (Food and Drug Administration) telah mengizinkan penggunaannya.

Cara kerja kontrasepsi darurat ini adalah menghambat ovulasi, artinya sel telur tidak akan dihasilkan. Selain itu dia merubah siklus menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan juga melakukan proses mengiritasi dinding uterus, sehingga jika dua metode di atas tidak berhasil dan telah terjadi ovulasi, maka zigot akan mati sebelum zigot tersebut menempel di dinding uterus. Pada kasus ini pil ini disebut juga `chemical abortion`.

Khasiat pil ini dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan mencapai 85%. Di AS kehamilan yang dicegah melalui pil ini mencapai 1, 7 juta pertahunnya. Di AS pil ini dapat dijumpai di apotek-apotek bahkan di toilet sekolah di AS. Sedangkan di Indonesia tampaknya belum begitu populer dengan pil ini. Bahkan dokter pun sangat jarang merekomendasikan pil ini.

Morning-after pill ini pun bisa dengan mudah disalah-gunakan oleh pasangan tidak resmi karena cara penggunaannya setelah persetubuhan terjadi. Di mana pasangan tidak syah bila `kecelakaan` bisa saja mengkonsumsinya dan kehamilan pun tidak terjadi.

Dalam metodenya ada unsur mematikan zygote apabila penghambatan ovulasi dan perubahan siklus menstruasi tidak berhasil. Dan sebagaimana telah dibahas sebelumnya, pembunuhan zygote adalah dilarang.

Sebenarnya masih banyak lagi alat-alat kontrasepsi lainnya yang belum sempat terbahas di sini dan juga masih dalam kajian kami berkaitan dengan hukumnya. Insya pada kesempatan lain akan kami sempurnakan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Keluarga Berencana :)

September 20, 2008 · No Comments

Topik ini sebenarnya sudah pengen kutulis sejak lama, tapi ‘belum sempat’ menjadi alasan klise. Waktu itu ibu-ibu pengajian ngumpul lagi. Kali ini topik mengaji adalah tentang hubungan suami istri. Seru yaa.. Jarang-jarang kan pengajian tentang urusan yang satu ini. Semua pada tercenung dengan penjelasan bu ustadzah.

Sampai akhirnya aku tergelitik dengan pertanyaan yang satu ini. Rada Out of Topic, tapi tetep aja kutanyakan. Bu, bagaimana dengan ber-KB? Halal gak tuh? Dan bu guru menjawab, ” Halal.. asal tujuannya bukan untuk membatasi. Kalau tujuannya mengatur jarak antar kelahiran anak sih boleh bu. Tapi kalau ibu cuma pengen dua anak aja, terus stop.. Naaa… ini yang dilarang. Karena rasul akan bangga dengan banyaknya umat Islam di muka bumi ini. Lagian ibu-ibu di sini kan rata-rata berpendidikan, mampu dari segi materi. Kenapa kok membatasi anak segala? Ibu-ibu coba lihat bibi-bibi yang membantu tugas sehari-hari kita, dan tanyakan jumlah anak mereka. Ada yang anaknya empat, anaknya lima. Sedangkan mereka kurang mampu dan tidak berpendidikan seperti ibu-ibu di sini lho… Coba kita yakin bahwasanya Allah Maha Pemberi Rizki, dan kita akan mampu membesarkan anak-anak kita. Maka niscaya akan lebih banyak umat Islam lahir dari rahim ibu-ibu yang siap mendidik anak-anaknya”.

Bu Ustad menjawab dengan berapi-api. Beliau sekarang dikaruniai empat anak, dan masih bersedia jika Allah kembali menitipkan anak padanya. Subhanallah… Dan setelah pertanyaan itu dijawab, ibu-ibu pada “gemremeng…” (note : gemremeng itu bahasa Jawa yang kalo diartikan kurang-lebih berbisik-bisik). “Wah.. gimana nih… dua aja dah repot..”. Ada juga yang bilang “Copot KB deh abis ini… jadi semangat punya anak lagi…”. Hehehe macem-macem ya reaksinya.. Tapi kalau dipikir-pikir bener lho kata bu Ustad itu. Kok ya kurang yakin sama Allah, sang Rozaq. Allah yang Mughniy, dan Allah yang Rahman. Rizki adalah bersumber dari Allah, kita tinggal minta dan berusaha toh? Allah yang memperkaya kita dan mengasihi kita. Masak dengan hamba yang dikasihi, Allah tidak memberi jalan keluar dan kelapangan rizki?

Kebetulan waktu itu ada bi Acih yang membantu setiap hari di rumahku, suaminya seorang sopir serabutan. Anaknya lima. Tiap bulan harus mencukupi sekolah anak-anaknya. Dengan hidup yang amat sangat pas-pasan mereka bisa bertahan. Padahal bi Acih cuman SD aja sekolahnya, lulus apa enggak aku ga tahu. Bener juga loh, malahan orang-orang seperti mereka ga takut repot ya punya banyak anak… Padahal kan kita yang rata-rata lulusan perguruan tinggi ini yang lebih terpelajar. Dengan penghasilan keluarga yang alhamdulillah masih bisa disisihkan sedikit untuk menabung. Aku jadi malu sama Bi Acih. kalah jauh dalam urusan yang satu ini.

Dengan Lintang saja rasanya sudah Wow… Dan sekarang dengan adanya Langit, memang terjawab kok pernyataan bu ustad. Alhamdulillah masih bisa tertangani dengan baik. Dengan dibantu suami dan dua asisten hehehe… Jelas masih kalah sama Bi Acih, yang ga dibantu siapa-siapa. Dan saat ditanya teman-temanku apakah anakku cukup dua aku menjawab dengan tersenyum… Cukup dua untuk saat ini. Tapi nanti seandainya Allah berkenan, ditambah lagipun akan saya syukuri (sekarang ini napas dulu hehehe… )

Oke teman-teman… selamat ber-KB dengan bijak… semoga dengan begitu kita dikaruniai Keluarga Berkah…. amien…

September 2008,

Jeng Tyas, bundanya Lintang dan Langit…

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Terkenang SuKaBirusCare

February 22, 2008 · 2 Comments

Nonton DAAI TV, melihat para sukarelawan yang
berkeliling jalanan terjal ibukota untuk berbagi ilmu dengan anak jalanan. Aku
jadi ingat, dulu di sebuah kampus yang agak jauh dari hiruk pikuk kota, kami
pernah berkeliling menebar cinta.

Nasi bungkus, alat tulis, daging kurban, ditebar
untuk mereka. Apa kabar ya mereka, anak-anak pinggiran Dayeuh Kolot itu? Masih
adakah yang memikirkan keberadaan mereka?

Vera, Sayekti… Mbak Tiwi, mbak Shanti… dan
teman-temanku yang bersemangat. Masih ingat nggak Ver? Kamu adalah Ibu Ketua
yang kecil lincah… tidak ada capeknya. Sayekti, yang teliti dan gigih tidak
diragukan kesetiaannya. Mbak-mbak yang tak pernah berhenti mengingatkan lagi.
Kita di sini bukan cuma kuliah de. Lihat sekitar kita, mungkin ini alasan Allah
mengirim kita di tempat ini.

Di sela-sela tugas pendahuluan praktikum, UTS dan
UAS mereka yang di pinggiran itu setia menemani hari-hari kita. Kangen nggak
sih Ver? Rindu nggak sih Say? Aku ingat, ada foto kita bertiga terpampang di
dinding kamar kost. Itu loh foto waktu kita di Jonas BIP, Kita lagi
lucu-lucunya. Sayekti di tengah, paling chubby…. Kita berdua mengapit Sayekti
dengan senyum keju. Mbak Tiwi pernah bilang, Trio SKBCare nih (hehehe… selain
itu Trio Kwek Kwek juga kayanya )

Dengan nonton DAAI TV siang ini, aku jadi inget.
Pernah mendengar celoteh anak-anak kecil yang ikut belajar bahasa Inggris
(ada-ada ya kita Ver, happy banget ngajarin mereka nyanyi A-B-C-D). Pernah
bareng-bareng membuat daftar panjang siapa saja yang berhak dapet sembako, kupon
kurban, dan ikut sunatan masal (thank you Dilla, you’re just amazing!!!).
Pernah ketiduran di kostan mbak-mbak itu saking capeknya keliling cari dana dan
survey kambing (makasih mbak Rini almarhum, a great friend and driver).

SKBCare mungkin tinggal kenangan. Tapi bukan
kepedulian kita. Mereka adalah pengingat kita, bahwasanya Allah Maha Rahman dan
Rohim.. Bahwa Allah memberi tanpa pamrih. Bahwa kita dapat membahagiakan mereka
dengan sedikit tetesan keringat kita. Hiks… jadi mendung tanpa disadari.

Di lubuk hati terdalam ini, pengen rasanya punya
SKBCare lagi. Entah SKBCare, entah CikarangCare, entah IndonesiaCare, apapun
namanya. Karena berbagi begitu indah. Berbagi begitu menyenangkan. Berbagi
begitu menyejukkan. Berbagi begitu melapangkan.

 

Ya Allah… kami sekarang lebih ‘mampu’ dibandingkan
masa itu. Hanya waktu ini terasa kurang lapang ya Robb.. Lapangkan hati kami ya
Robb. Luaskan rizki kami, agar kami senantiasa membantu dengan keikhlasan hati.
Semoga meskipun ga terjun langsung, kita ga pernah lupa dengan kaum pinggiran
itu ya teman-teman…

 

Izinkan Ya Allah… kelak di kemudian hari, lebih
banyak cinta kasihMu bertebaran melalui tangan-tangan kami. Sehingga lebih
mantap langkah ini, dekat dengan ridhoMu. Amien

Untuk Mbak Shanti, Mbak Zizah, Mbak Irma, Mbak Deden, Mbak Tiwi, Mbak
Anggun, Vera, Sayekti, Dilla, Indah, Dewi, Camel, Iin, Dian, Cici, Nunik, Lita  and friends penerus SKBCare. Apa kabar? Terima
kasih sudah menemani di SKBCare yaaa. Hanya Allah yang akan membalasnya
:)

→ 2 CommentsCategories: Social

Be Grateful

October 10, 2007 · No Comments

Terima kasih ya Allah…
Atas setiap nafas yang kau karuniakan bagi kami,
Sehingga setiap desahnya membuat kami semakin dekat denganMu

Terima kasih ya Khaliq
Kau jadikan kami dalam bentuk sesempurna ini
Dengan kedua tangan dan kaki ini
Sehingga setiap geraknya adalah untuk menuju jalanMu

Terima kasih Ya Rahim…
Kau izinkan kami menjadi seperti ini
dengan setiap peranan kami di muka bumi ini
sebagai bentuk pengabdian hanya kepadaMu

Terima kasih Ya Latif…
Kau pertemukan kami dengan bulan suci ini
agar terhapus segala dengki
dan semakin lembut hati kami akan hidayahMu

Terima kasih Ya Rahman
Betapa cintaMu tak terhitung lagi
Betapa kami hanya akan merasakan kepedihan dan kesesatan
tanpa kasihMu

Ya Nuur…
Jaga lisan kami
Bimbing langkah kami
Tuntun gerak hati kami
agar senantiasa bertasbih kepadaMu.

amien…

"Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga kita kembali kepada kesucian hati :)"

tyas&keluarga

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Pak Imam

August 31, 2007 · 2 Comments

Di tengah-tengah 200 peserta, ia tidak begitu kelihatan. Ketika sekian banyak pertanyaan terlontar di setiap sesi, ia hanya terdiam. Tidak sepatah katapun keluar. Namun ketika pak Ary menyebut namanya, ” perkenalkan teman saya, Pak Imam… “. Di tengah sekian banyak peserta, dengan tergopoh ia berdiri. Duh Gusti Alloh… ternyata hanya satu kaki yang dia miliki. Keadaan itu saja sudah cukup membuatnya berbeda. Namun ada lagi yang membuat semuanya menjadi kagum…

Dia, Pak Imam itu, memiliki hanya satu kaki, telah bersepeda sampai ke Aceh dengan satu kakinya itu. Bahkan Papua pun sudah dirambahnya dengan sepedanya. Puncak Jayawijaya menjadi saksi bahwa ia pernah di sana. Dan rencana berikutnya adalah… bersepeda ke jazirah Arab, menuju ke Makkah al Mukaromah.

Subhanalloh….

Hebat bukan? Aku saja, dengan badan lengkap dan sehat mendaki Puncrut Bandung saja setengah mati rasanya. Apa yang membedakan? Semangat… itu yang aku belum punya.

Pak Imam… entah siapa namanya sebelumnya, meninggalkan kesan yang dalam di hati kami. Bahkan bukan dari ceritanya, kami melihat dengan mata kepala kami sendiri. Dia yang dengan mata tertutup berhasil memasukkan cincin ke dalam tiang lima dari tujuh lemparan. Sedangkan kebanyakan peserta yang lain: NIHIL. Mana bisa memasukkannya dengan sempurna manakala kita tidak bisa melihat. Tapi Pak Imam itu, dengan yakin dan basmallah… dia mampu.

Mata batinnya kuat…
mata hatinya kuat…
keyakinannya kuat…
meskipun raganya terlihat lemah.

Pak Imam bertutur… Dulu sempat disumbatnya kedua daun telinganya dari mendengar ayat-ayat Allah. Dulu sempat disatroninnya masjid dekat rumahnya berteriak agar jangan mengganggu ketenangannya dengan lantunan ayat Allah. Itu dulu… Tapi sekarang, dia adalah Imam bagi keluarganya. Hatinya luluh setiap ayat itu diperdengarkan. Begitu indah rencana Allah, ia sampaikan kebenaranNya melalui 165. Ia adalah contoh hidup akan kebesaranNya. Betapa Allah memberikan karuniaNya, membukakan hati kita melalui semangat pak Imam.

Terima kasih Pak Imam, mata kami semakin terbuka sekarang. Semoga bukan mata kami saja yang terbuka, melainkan batin kami pun ikut terbuka. Selamat berjuang sahabat… Selamat menikmati hidayahNya, Selamat berbahagia di manapun engkau berada.

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)
(QS Yunus:25)

just another story from “ESQ Mission
Statement” training. Thanks Allah for giving us chance to join it :)

→ 2 CommentsCategories: experiences

Hapus

August 27, 2007 · No Comments

Menuju ke rumah lagi… Sudah hampir maghrib… Oya, lupa, musti bayar utang ke Bu Wondo (biasa… cicilan barang dapur :P). Lewat taman, ketemu seseorang yang pernah bikin masalah di rumah… Dulu….. Musti gimana ya?

Senyum ini terkembang… semoga cukup simetri agar tak ternodai ketulusannya. Dia pun tersenyum, nyaris tak percaya.

Alhamdulillah… lega bisa menghapus dendam ini.

19 Agustus 2007.
semoga bisa mengalahkan tumpukan dendam yang lain. amien…

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Tidak perlu menjadi Tua

August 4, 2007 · No Comments

"Assalamualaikum Bunda… " Suamiku menyapa sepulang kantor. Wajahnya letih, namun tetap tersenyum. Aku yang di tengah sakit karena masuk angin ini, menjadi lebih terjaga dengan kehadirannya. Masuk ke kamar, suamiku duduk di sisi tempat tidur. Menyatukan kedua telapak tangannya, dia berkata " Istri temanku meninggal sayang… tidak berbeda umur dengan adik."

Dua puluh tujuh tahun, itu umurku. Masih muda, masih segar, masih produktif, masih senang bercanda, masih suka lupa akan niat baik, masih suka molor menepati janji, masih suka sombong dengan pencapaian diri. Tapi seumur itu sama sekali bukan halangan untuk berpulang. Bahkan banyak yang lebih muda berangkat duluan.

Tidak perlu menjadi tua untuk menghadap Dia yang memiliki kita. Bahkan seusai berbuat dosapun tidak menjadi soal nyawa kita bisa lepas dari raga.

Dua puluh tujuh tahun. Apa yang sudah kucapai sejauh ini? Adakah ini cukup untuk bekalku? Ataukah kata-kata yang tak berguna dan menyakiti hati banyak orang justru yang memenuhi daftar amalanku?

Astaghfirullah… Maafkan aku ayah ibu, maafkan aku suami dan anakku, maafkan aku saudara-saudaraku, maafkan aku teman-temanku…

Sekali lagi teman, tidak perlu menjadi tua untuk mengalami saat itu.

04 agustus 07, menjelang sholat maghrib.

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Cerita Pagi

July 8, 2007 · No Comments

Pagi buta. Aku berangkat menuju ke bandara, tempat towerku berada. Agak pilek, agak menggigil, dengan basmalah kutetapkan langkahku. Semoga hari ini semuanya lancar, begitu harapku. Tidak ada yang aneh. Suamiku yang sabar dengan senang hati mengantar keberangkatanku, meskipun gurat lelah belum juga hilang dari wajahnya. “Hati-hati di jalan ya de…”, begitu pesannya. Pesan setiap hari yang kurang lebih sama. Sambil mencium punggung tangannya, aku bersyukur masih dapat mendengar pesan itu. Sopir Damri dengan ramah tersenyum. Seramah senyum simetri dua centi kanan, dua centi kiri. Alhamdulillah jadi alumni ESQ jadi tahu yang namanya senyum simetri :). Jadi suka mikir apakah senyumku sudah sesimetri senyum itu. Dua centi kanan, dua centi kiri.

Dan bis Damripun melaju. On-time sekali. Alhamdulillah… kemajuan yang layak dibanggakan. Setelah sebelumnya seringkali aku harus menggerutu karena sopir yang suka berleha-leha sambil merokok di halte. Entah masih ngantuk, entah kedinginan. Yang jelas bisa bikin amburadul jadwal terbang penumpang. Cikarang-Bandara yang beribu-ribu jengkal jaraknya, telat seperempat jam saja bisa jadi beda cerita.

Masuk ke pintu tol Cikarang Barat aku yang mepet jendela seperti biasa tengok sana sini, melihat barangkali pak Sopir harus berhenti mengambil penumpang lagi dari pintu tol ini. Dan yang kulihat bukan penumpang yang ketinggalan bus. Bukan juga penjual air mineral yang selalu dengan sigap melambaikan dagangannya ke arah para sopir yang lewat. Pemandangan yang membuatku miris, sedih, dan iba sekaligus. Seorang anak dalam gendongan ibunya. Umurnya mungkin di bawah satu tahun. Lintang, anakku jauh lebih gemuk. Anak itu, bertelanjang kaki dan setengah telanjang. Dari gendongannya yang sedikit tersingkap, tampak dia tidak mengenakan celana. Hanya kaos lengan pendek yang kumal dan tipis. Sambil mengusap-usap mukanya, ibunya terus saja berjalan. Dengan langkah enteng dan tenang.

Ya Lathiif… Engkau yang Maha Lembut, bagaimana sanggup hamba melihat anak itu. Sedangkan anak hamba begitu nyaman terlelap di balik selimutnya. Sedangkan berkerat-kerat roti tersimpan di dalam tas bekal hamba. Mereka yang kelaparan, entah karena kemauan sendiri atau tidak ada pilihan lagi harus mencari rizkiMu seperti ini.

Mata yang semula ngantuk jadi susah terpejam. Apakah pantas seorang anak menyapu hari sepagi ini. Orang tua mana yang tega mengajaknya dalam kedinginan pagi.

Ternyata ada. Ada saudara kita yang melakukan ini. Kasur yang empuk, roti yang nikmat, belum menjadi milik semua orang. Bagaimana dengan susu hangat? Bagaimana dengan bubur yang mengenyangkan? Dan belum lagi sederet pertanyaan untuk anak bayi itu. Bagaimana kalau bayi itu lapar? Bagaimana kalau nanti bayi itu pipis dan basah selendangnya? Bagaiman kalau dingin pagi menyesakkan nafasnya? Bagaimana dan bagaimana?

Ya Rahman… Engkau yang Maha Kasih… kemana larinya nurani hamba, yang dengan enteng menghempaskan sisa sayur dan nasi di tempat sampah, manakala ada yang begitu membutuhkannya. Bahkan saat ini hamba hanya dapat terpaku tanpa bisa berbuat apa-apa.

Bisku semakin kencang melaju. Hari ini kuawali dengan rasa sesak. Tidak sebanding semua yang kurasakan dengan apa yang dirasakan oleh ibu dan anak itu. Allah Pelindung kami… Tidak ada yang mungkin terjadi tanpa izinMu. Sering kali hamba masih mengikuti rasa letih ini, berharap dapat segera kau angkat seketika. Letih ini, penat ini, memberikan hamba sesuatu yang tak dimiliki oleh sebagian orang di muka bumi ini. Hamba dapat melengkapi semua kebutuhan hamba. Hamba tanpa khawatir sedikitpun dengan leluasa membeli susu terbaik bagi anak hamba.

Badan ini terhempas. Pemandangan sekelebat yang susah dilupakan. Bahkan sampai detik ini. Engkau yang Maha Kaya ya Allah… Tumbuhkan kesabaran bagi mereka. Beri kekuatan ya Allah, menapaki hari-hari yang kau karuniakan bagi mereka.

Ya Allah yang Maha Kuasa.. Sangatlah mudah bagimu menukar tempat kami. Bukan mustahil kelak hambaMu yang masih sombong ini merasakan derita yang sama. Walaupun miskin harta mereka ya Allah, walaupun papa keadaan mereka ya Allah… Jangan Kaubiarkan mereka melupakanMu. Jangan biarkan mereka jauh meninggalkanMu.

Tak terasa sampai juga aku di towerku. Menjulang tinggi, dengan kokoh. Namun bisa tumbang kapanpun Engkau menghendakinya. Aku mencoba memantapkan kaki ini. Hari ini harus lebih baik daripada kemarin. Tidak akan selesai masalah hanya dengan bersedih hati.

Ya Allah, jadikan sa’i ini membawa keberkahan. Bukan hanya bagi hamba, namun juga mereka yang membutuhkan di luar sana.

Amien……

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
(QS Ath Thaalaq:7)

Menjelang pulang dinas PS di hari Minggu.
8juli2007

→ No CommentsCategories: Uncategorized