All about my unforgettable moments, my learning experiences, anything that hopefully useful to read
Aku mencari-cari.. Citra yang begitu menggetarkan hati. Semakin dilihat semakin bergetar, rindu yang meletup-letup. Rindu sekali..
Kabah hitam dan anggun… Dikelilingi jutaan kaum yang juga merindu. Begitu beruntung mereka di gambar itu lebih dulu terjawab kerinduannya. Semoga setelah ini giliranku ya Allah…
¨Assalamualaikum mbak Yas…., sori nih baru telpon lagi. Masih di Sheraton? Apa kabarnya?¨… Mbak yas, alias mbak Tyas. Namanya begitu idem dengan namaku. (bagaikan jeruk nelpon jeruk… ) Lama tidak bertemu, dan beberapa waktu yang lalu mbak Yas, yang sudah seperti mbakyuku sendiri itu mengabarkan kalau dia sedang ada tugas dan menginap di Sheraton bandara. Sedikit tidak berjodoh dengan aku yg sedang cuti, aku menelpon untuk menanyakan bagaimana kabarnya.
¨Doain ya Yas… aku mau berangkat haji… Maaf kalo ada salah ya…¨΅Aku bergetar dan ikut berbahagia. Ada rasa rindu yang menyelinap… bercampur rasa yang susah diungkapkan.. Hey… kemana saja aku selama ini? Lihatlah teman-temanmu Tyas, betapa besar kerinduan mereka bertemu baitullah…
¨Ayo Tyas, nabung… insya Allah kalo bener-bener niat bisa segera berangkat kok… Mumpung masih muda… Kalau kita beli kendaraan saja bisa, berhaji juga bisa, ya kan?¨ Tepat sekali pernyataan mbak Yas. Sungguh setiap amalan tergantung pada niatnya. Aku terbayang pasti berjuta rasanya menapakkan kaki ini ke tanah suci. Melakukan sa´i, memutari kabah, merenungi apa dan siapa diri ini.
Semua punya kesempatan pergi berhaji. Dan ini menjadi mimpiku berikutnya. Berhaji. Mudahkan ya Allah… dengan izinMu saja, tentunya… Berikan waktu terbaik, istiqomahkan langkah menuju rumahMu.
Gambar kabah itu sekarang terpampang di desktopku. Terselip di buku agendaku. Tersimpan dalam hatiku. Bantu aku ya Allah, bantu aku memenuhi panggilan sucimu..
November 2009
Thank you mbak Yas, you´ŕe just waking me up….
Ibu… Hari Selasa yang lalu, aku mengajar bu. Sesuatu yang sudah begitu lama tidak aku lakukan. Mungkin yang terakhir sebelum itu adalah ketika aku hamil Lintang, mengajar gratis pemrograman ke teman-teman teknisi. Iya bu, gratispun rasanya aku mau. Karena dari mengajar, seolah aku menemukan diriku. Aku jadi ingat bu, dulu ibu juga seorang guru. Sepertinya dari ibu aku mendapatkan keinginan untuk mengajar.
Aku mengajar di sekolah tinggi Bu… muridnya bapak-bapak yang ditugaskan belajar pendidikan D4. Kurang lebih seumuran mbak Ninik lah… Gak kebayang lho bu, bagaikan masuk sarang penyamun. Lha wong laki-laki semua je. Seru juga sih… Pengalaman pertama ngajar di sini. Sebenarnya ini tugas Kadivku bu. Beliau berbaik hati memberikan kesempatan kepada kami yang masih muda untuk mengajar. Dan dengan begitu mau ga mau aku jadi buka-buka buku, nanya ke sana kemari.. Maklum, dosen dadakan… Kan malu Bu, kalo ga siap di depan mahasiswa, halah… Dan kabar baiknya adalah, kata pak kadiv caraku mengajar cukup oke.. Kecapnya nomor satu (kasian ya murid-muridku, podo kapusan kabeh :P)
Dan malam ini aku dinas sendirian di tower Bu.. Lagi-lagi kita sama ya.. Tidak banyak teknisi wanita yang dinas malam. Kita sebagian kecil yang termasuk ya Bu,hehehe… “Gak popo de, ndhisik ibu yo mlebu bengi. Sing penting dijogo kesehatane…” Iya bu, jangan khawatir. Tadi aku sudah minum sari kurma, makan mie ayam, nasi goreng (maruk yaaaa) ,dan dopping teh tarik panas untuk mengalahkan dinginnya tower bandara.
Aku jadi teringat lagi, dulu hobi banget nemenin ibu dinas malam. Sambil berlagak memakai headphone, berpura-pura menjadi ibu. Ibu begitu tekun menerima komplain, memberikan informasi, dan sesekali memberiku bonus dengan memutar nomor telpon teman-temanku. Hehe… lucu sekali.
Dan sekarang giliran Lintang yang ketagihan nganterin bundanya kerja. bukan untuk belajar jadi operator telkom bu, tapi untuk mengamati pesawat datang dan pergi, kejar-kejaran sama kucing penunggu kantin, sampai memetik setiap jenis bunga yang tumbuh di taman tower. Cepat sekali waktu berlalu ya Bu…
Hmm… besok sudah hari Minggu lagi. Hari “kencan” kita biasanya ya Bu… Dan besok, aku ada acara arisan di rumah. Tenang bu.. segalanya sudah siap insya Allah. Aku ga masak kok bu, pesen semua… Belum pede masak dan yang jelas mboten sempet… Salah-salah tamune keracunan kabeh, hihihi…
Sudah dulu ya bu, aku mau kembali bekerja. Ada sistem yang menunggu di cek, dan ada modul yang harus kulengkapi. Tapi ndak usah khawatir ibu, doaku untuk ibu selalu…
Aku sayang ibu… Cup cup cup mmmuaahhh!!!!
(titip ibu ya Karim… sampaikan betapa aku begitu menyayanginya..)