Sep
03
Filed Under (Uncategorized) by tyas-ary on 03-09-2009

Mengapa harus bersedih ketika hendak bertemu dengan kekasih sejati

Mengapa harus menangis ketika ikhlas dan sabar telah berhasil kau jalani

ibu…

masih terngiang jelas di telingaku pesanmu

untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku

untuk menjadi seorang yang sabar layaknya dirimu

ibu…

betapa sejauh mata ini memandang selalu ada kasih sayangmu

betapa luas bumi ini tak cukup menggambarkan luasnya cintamu

bahkan senyum itu tak hilang dari rona wajahmu ibu…

Selamat jalan bundaku sayang…

begitu banyak kenangan indah terukir

begitu banyak pelajaran hidup mengalir

Allah sang Rahman…

Tiada yang lebih menyayangi ibu selain Engkau ya Robb

Allah sang Muhaimin…

Hamba titipkan ibu kepadamu saja yang senantiasa menjaga

Terima kasih ibu,

untuk setiap tetes keringat dan air matamu

untuk setiap doa yang kau panjatkan untuk kami

untuk berjuta cinta yang tak terhitung untuk kami
Sampai jumpa, di bumi tanpa sedih, di istana tanpa perih, Insya Allah… Amien

peluk cium kami, anak-anakmu.

———–

Wahai Jiwa yang tenang

kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi,

maka masuklah ke dalam golongan hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu

(QS Al FAJR : 27-30)

——–