Guruku adalah Mas Wisnu
Yang mengajariku untuk mendengar dan memberi dengan hati.
Guruku adalah kedua orangtuaku.
yang mengajariku betapa materi tak berarti apa-apa tanpa cintaNya.
Guruku adalah mbak Is,
yang kian hari kian tangguh dengan perjuangannya.
Guruku adalah Bapak Pram,
yang dengan tulus membantu walau tanpa diminta
Guruku adalah Ibu Tri,
yang selalu menyejukkan dengan setiap nasihatnya.
Guruku adalah Dik Dian,
selalu memberikan yang terbaik, kepada siapapun, di manapun, kapanpun
Guruku adalah Dik Nila,
begitu pandai menyegarkan suasana, adalah mudah bagi siapapun menyayanginya
Guruku adalah Dik Tria,
gigih berjuang demi cita-cita.
Guruku adalah Lintang dan Langit,
membuatku tersenyum di tengah sejuta penat
Guruku adalah Adha dan Mbak Diah,
rela bertukar dinas, rela berbagi tugas
Guruku adalah Pak Hamzah,
tape goreng dan pisang goreng hangat tak pernah absen dibawanya
Guruku adalah wanita lusuh itu,
Bahkan terik jakarta tak sanggup menaklukannya
Guruku adalah semua temanku, di masa lalu, saat ini dan esok hari
membantu merangkai cerita dan mengisi hari
Guruku banyak sekali.
Tak cukup berlembar kertas menuliskan siapa lagi.
—————————————————————-
jelang magrib, 22 juni 09