Dec
09
Filed Under (experiences) by tyas-ary on 09-12-2008

Desember ini disambut dengan semilir angin dan hujan rintik-rintik.. Hmmmm very very romantic!!! Pagi-pagi sampai di ramp pondok gede timur, yang biasa kulakukan adalah berdiri sambil mendengarkan sony audio playerku… Menunggu jemputan operasional kantor datang. Asmaul Husna Hadad Alwi membuat semakin romantis perjalanan pagiku. Sembari memperhatikan lalu lalang para pencari berkah, pelaku sai, selain diriku. Dan kali ini ditemani angin dingin… Jilbab ini sepoi-sepoi tertiup angin… Brrrr…. Setengah enam pagi, dan matahari masih malu-malu menampilkan diri.

Kalau disuruh mengabsen, selama kurang lebih seperempat jam berdiri di sini setiap dinas pagi boleh dibilang aku lumayan inget…. Saking rutinnya yaa… Jam segini nih ibu-ibu berambut keriting karyawan RS PGI Cikini dan beberapa rekan sejawatnya pasti datang. Mereka biasanya berkerumun, dan kelihatan asyik bercerita. Mungkin tentang kejadian seru di kantor, mungkin juga tentang acara TV yang ditonton semalam. Cuma menebak, maklum ga denger apa-apa hihihi… Tak berapa lama, masih ibu-ibu juga, sepertinya bekerja di markas TNI AD yang akan muncul berdiri di sampingku. Bajunya rapi jali, rambut juga rapi jali, tinggi semampai di samping kiriku membuatku menjadi semakin kelihatan kecil… Eh bukan kecil ding, imut kata mas Wisnu, atau mini lebih tepatnya… halah… Disusul mbak penjual nasi uduk-yang jilbabnya juga berkibar-kibar tertiup angin akan menawarkan jajanan paginya kepadaku. Pemandangan yang sama, tapi tak pernah membosankan bagiku. Melihat banyak orang yang dengan caranya sendiri-sendiri berjuang meninggalkan rumah demi sesuap nasi.

Di mulut ramp, orang-orang berjejalan menunggu bis. Saling berebut masuk pintu, dan suasana menjadi benar-benar semrawut. Tiba-tiba… “Mayasari bhakti masuk ke dalam… Mayasari ke dalam… Jangan berhenti di situ!!! Jangan ambil penumpang di situ!!! Suara kenceng dari toa yang nongkrong dengan sombong di tangga kurus setinggi menara di bibir pintu ramp. “Ayo mayasari masuk!!!! Awas kamu kalo buka pintu!!! Masuk sana!!! Masuk!!!!” Suara komandan toa semakin tidak masuk akal terdengar. Kaya nggusah pitik (jawa->ngusir ayam) aja sih… Hush hush…. “Awas kamu yaa!!! Kalo berani buka pintu awas kamu!!! Net not net…net not net…. mobil polisi menyeruak di kerumunan… Orang-orang yang disiplinnya di bawah angka tiga lari tunggang langgang… Mayasari bhakti juga ikut kegiring masuk ampun-ampunan.

Hmm…
Jadi begini rupanya cara mengalahkan ketidakdisiplinan orang-orang itu. Aku nyaris tersedak, terkekeh-kekeh dengan pemandangan lucu itu… Kok lucu? iyalah… orang-orang tua ga beda sama anak-anak, bahkan sama ayam yang ga bisa baca. Musti digusah (disuruh pergi) pake kemoceng kalo perlu, biar nurut sama komandan toa. Wah wah… ini namanya uncivilized behaviour (sok inggris dikit). Dan bubarlah kerumunan itu… Mulai rapi lagi… Memang rapi itu indah yaa. Dan kerapian ini disusul bis biru yang selalu kutunggu, jemputan operasional tempat melabuhkan mimpiku. Biasanya begitu masuk, doanya dirapel: doa naik kendaraan disusul doa tidur hihihi…. Saving energy maksudnya. Pagi ini setelah long weekend memang lebih seru. Bismillah… bis jemputan melaju… dan mataku semakin redup… redup… dan redup…..
9 Des 2008