Feb
22

Terkenang SuKaBirusCare

Filed Under (Social) by tyas-ary on 22-02-2008

Nonton DAAI TV, melihat para sukarelawan yang
berkeliling jalanan terjal ibukota untuk berbagi ilmu dengan anak jalanan. Aku
jadi ingat, dulu di sebuah kampus yang agak jauh dari hiruk pikuk kota, kami
pernah berkeliling menebar cinta.

Nasi bungkus, alat tulis, daging kurban, ditebar
untuk mereka. Apa kabar ya mereka, anak-anak pinggiran Dayeuh Kolot itu? Masih
adakah yang memikirkan keberadaan mereka?

Vera, Sayekti… Mbak Tiwi, mbak Shanti… dan
teman-temanku yang bersemangat. Masih ingat nggak Ver? Kamu adalah Ibu Ketua
yang kecil lincah… tidak ada capeknya. Sayekti, yang teliti dan gigih tidak
diragukan kesetiaannya. Mbak-mbak yang tak pernah berhenti mengingatkan lagi.
Kita di sini bukan cuma kuliah de. Lihat sekitar kita, mungkin ini alasan Allah
mengirim kita di tempat ini.

Di sela-sela tugas pendahuluan praktikum, UTS dan
UAS mereka yang di pinggiran itu setia menemani hari-hari kita. Kangen nggak
sih Ver? Rindu nggak sih Say? Aku ingat, ada foto kita bertiga terpampang di
dinding kamar kost. Itu loh foto waktu kita di Jonas BIP, Kita lagi
lucu-lucunya. Sayekti di tengah, paling chubby…. Kita berdua mengapit Sayekti
dengan senyum keju. Mbak Tiwi pernah bilang, Trio SKBCare nih (hehehe… selain
itu Trio Kwek Kwek juga kayanya )

Dengan nonton DAAI TV siang ini, aku jadi inget.
Pernah mendengar celoteh anak-anak kecil yang ikut belajar bahasa Inggris
(ada-ada ya kita Ver, happy banget ngajarin mereka nyanyi A-B-C-D). Pernah
bareng-bareng membuat daftar panjang siapa saja yang berhak dapet sembako, kupon
kurban, dan ikut sunatan masal (thank you Dilla, you’re just amazing!!!).
Pernah ketiduran di kostan mbak-mbak itu saking capeknya keliling cari dana dan
survey kambing (makasih mbak Rini almarhum, a great friend and driver).

SKBCare mungkin tinggal kenangan. Tapi bukan
kepedulian kita. Mereka adalah pengingat kita, bahwasanya Allah Maha Rahman dan
Rohim.. Bahwa Allah memberi tanpa pamrih. Bahwa kita dapat membahagiakan mereka
dengan sedikit tetesan keringat kita. Hiks… jadi mendung tanpa disadari.

Di lubuk hati terdalam ini, pengen rasanya punya
SKBCare lagi. Entah SKBCare, entah CikarangCare, entah IndonesiaCare, apapun
namanya. Karena berbagi begitu indah. Berbagi begitu menyenangkan. Berbagi
begitu menyejukkan. Berbagi begitu melapangkan.

 

Ya Allah… kami sekarang lebih ‘mampu’ dibandingkan
masa itu. Hanya waktu ini terasa kurang lapang ya Robb.. Lapangkan hati kami ya
Robb. Luaskan rizki kami, agar kami senantiasa membantu dengan keikhlasan hati.
Semoga meskipun ga terjun langsung, kita ga pernah lupa dengan kaum pinggiran
itu ya teman-teman…

 

Izinkan Ya Allah… kelak di kemudian hari, lebih
banyak cinta kasihMu bertebaran melalui tangan-tangan kami. Sehingga lebih
mantap langkah ini, dekat dengan ridhoMu. Amien

Untuk Mbak Shanti, Mbak Zizah, Mbak Irma, Mbak Deden, Mbak Tiwi, Mbak
Anggun, Vera, Sayekti, Dilla, Indah, Dewi, Camel, Iin, Dian, Cici, Nunik, Lita  and friends penerus SKBCare. Apa kabar? Terima
kasih sudah menemani di SKBCare yaaa. Hanya Allah yang akan membalasnya
:)



2 Comments Already, Leave Yours Too

Vera on 4 March, 2008 at 11:49 pm #
    

Inget banget Yas… Sayang sekali SKBCare udah gak ada, but I believe that spirits which lead us to share among other are still here, inside our hearts. Sebenarnya sudah lama aku ada ide untuk membuat sekolah gratis buat anak-anak gak mampu, cuman masih ada kendala tempat. Tar deh klo ketemu kita ngobrol2 about this. Nikmat ya bisa sharing sama orang lain…


tyas-ary on 12 September, 2008 at 4:13 pm #
    

ayuk Ver… Let’s talk about your idea. Tar kalo lagi senggang dan kalo dah kelar thesisnya kali ya bu dosen :)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: