All about my unforgettable moments, my learning experiences, anything that hopefully useful to read
Di tengah-tengah 200 peserta, ia tidak begitu kelihatan. Ketika sekian banyak pertanyaan terlontar di setiap sesi, ia hanya terdiam. Tidak sepatah katapun keluar. Namun ketika pak Ary menyebut namanya, ” perkenalkan teman saya, Pak Imam… “. Di tengah sekian banyak peserta, dengan tergopoh ia berdiri. Duh Gusti Alloh… ternyata hanya satu kaki yang dia miliki. Keadaan itu saja sudah cukup membuatnya berbeda. Namun ada lagi yang membuat semuanya menjadi kagum…
Dia, Pak Imam itu, memiliki hanya satu kaki, telah bersepeda sampai ke Aceh dengan satu kakinya itu. Bahkan Papua pun sudah dirambahnya dengan sepedanya. Puncak Jayawijaya menjadi saksi bahwa ia pernah di sana. Dan rencana berikutnya adalah… bersepeda ke jazirah Arab, menuju ke Makkah al Mukaromah.
Subhanalloh….
Hebat bukan? Aku saja, dengan badan lengkap dan sehat mendaki Puncrut Bandung saja setengah mati rasanya. Apa yang membedakan? Semangat… itu yang aku belum punya.
Pak Imam… entah siapa namanya sebelumnya, meninggalkan kesan yang dalam di hati kami. Bahkan bukan dari ceritanya, kami melihat dengan mata kepala kami sendiri. Dia yang dengan mata tertutup berhasil memasukkan cincin ke dalam tiang lima dari tujuh lemparan. Sedangkan kebanyakan peserta yang lain: NIHIL. Mana bisa memasukkannya dengan sempurna manakala kita tidak bisa melihat. Tapi Pak Imam itu, dengan yakin dan basmallah… dia mampu.
Mata batinnya kuat…
mata hatinya kuat…
keyakinannya kuat…
meskipun raganya terlihat lemah.
Pak Imam bertutur… Dulu sempat disumbatnya kedua daun telinganya dari mendengar ayat-ayat Allah. Dulu sempat disatroninnya masjid dekat rumahnya berteriak agar jangan mengganggu ketenangannya dengan lantunan ayat Allah. Itu dulu… Tapi sekarang, dia adalah Imam bagi keluarganya. Hatinya luluh setiap ayat itu diperdengarkan. Begitu indah rencana Allah, ia sampaikan kebenaranNya melalui 165. Ia adalah contoh hidup akan kebesaranNya. Betapa Allah memberikan karuniaNya, membukakan hati kita melalui semangat pak Imam.
Terima kasih Pak Imam, mata kami semakin terbuka sekarang. Semoga bukan mata kami saja yang terbuka, melainkan batin kami pun ikut terbuka. Selamat berjuang sahabat… Selamat menikmati hidayahNya, Selamat berbahagia di manapun engkau berada.
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)
(QS Yunus:25)
just another story from “ESQ Mission
Statement” training. Thanks Allah for giving us chance to join it
Kapan-kapan kita ikut ESQ bareng-bareng yuk.. Mumpung kartu alumninya masih valid, hehehe
yuk…!!!!! Di Bandung asyik juga kali yaaa